Vinales Akan Tiru Gaya Balapan Lorenzo Demi Menang MotoGP Italia 2017

Vinales berencana untuk meniru gaya bermain Lorenzo, agar dia dapat memenangkan pertandingan MotoGP 2017 yang akan digelar di Sirkuit Mugello.

MotoGP Italia akan segera dilaksanakan pada pekan ini. Pada hari Jumat tanggal 2 Juni 2017, telah dilakukan sesi latihan bebas pertama, pebalap yang sukses mencatatkan namanya untuk waktu tercepat adalah Andrea Dovizioso. Meskipun begitu, ternyata Maverick Vinales justru tertarik dengan rekor yang telah ditorehkan Jorge Lorenzo. Lorenzo dinilai memiliki rekor yang bagus di balapan Italia. Prestasi yang didapat tersebut membuat Vinales tak segan-segan ingin meniru gaya membalap Lorenzo, demi untuk meraih kemenangan toto online pada pertandingan berikutnya.

Vinales Ingin Tiru Gaya Membalap Lorenzo

Seperti yang diketahui, pebalap Yamaha yang baru saja menyabet gelar juara di Le Mans itu telah berhasil menang sebanyak tiga kali dari lima seri pertama tahun ini dibawah naungan Yamaha. Dalam balapan terbarunya, yaitu di Le Mans, Vinales yang berada di podium pertama, sukses mengalahkan Tim Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco dan rider Tim Repsol Honda, Daniel Pedrosa.

Peraihan tersebut tentu saja membuat nama Vinales melambung ke pucak klasemen sementara dengan mengantongi 85 poin. Sedangkan di bawahnya ada Dani Pedrosa dari Honda Repsol. Vinales nampak lebih unggul dari Pedrosa sebanyak 17 poin.

Walaupun begitu, bukan berarti Vinales akan dengan mudah mendapatkan kemenangannya di Sirkuit Mugello, MotoGP Italia. Apalagi dalam dua musim terakhir, Mugello nampak sangat akrab dengan Jorge Lorenzo.

DItambah pada dua musim lalu, Vinales hanya bisa menyelesaikan laga diurutan ke tujuh dan keenam di Sirkuit Mugello, bersama Suzuki.

Hasil tersebut berbeda dengan Jorge Lorenzo yang mampu mendominasi balapan dengan menjuarai lima dari enam balapan terakhir di Italia, saat masih memperkuat Yamaha. Selain itu, Lorenzo memang sempat menjadi ancaman yang mengerikan bagi Rossi saat berada dalam tim Yamaha Movistar. Tak hanya itu saja, pebalap Spanyol itu juga berhasil merebut tiga gelar juara dunia MotoGP di musim 2010, 2012 dan 2015.

Namun, pada awal musim sbobet ini, prestasi yang ditunjukkan Lorenzo nampak melempem bersama Ducati. Sepertinya dia masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan kendaraan barunya, berbeda dengan Vinales yang cepat sekali melesat setelah berada di bawah Yamaha.

Vinales Berambisi Menang Di MotoGP Italia 2017

Berdasarkan lansiran Motorsport, Vinales mengungkapkan keinginannya, “Aku harus meniru gaya membalap dia (Lorenzo), karena dia sangat cepat.”

“Aku sudah memeriksa banyak balapan dan dia selalu berada di depan. Kurasa kami punya data yang bagus dari dia.”

“Kami cuma harus belajar dan mencoba membuat motor yang bagus dan mencoba mengikuti laju dia. Sangat penting untuk menjadi tangguh di akhir pekan ini, membuat kualifikasi yang bagus dan mendesak di putaran-putaran awal.”

“Aku tahu kami sedang dalam momen yang bagus, kami sangat termotivasi. Kami tahu motor kami bisa sangat kuat di sini,” tambah Vinales

Beberapa waktu lalu, pebalap kelahiran 12 Januari 1995 itu memenangkan pertandingan MotoGP Prancis 2017, dan telah menjalani laju yang sangat baik selama menunggangi Yamaha, tapi ternyata Vinales masih merasa belum sempurna sepenuhnya.

“Setelah Le Mans, kami meningkatkan motornya sedikit. Kami masih punya banyak hal untuk dipelajari,” tambahnya.

“Aku masih harus meningkatkan gaya membalapku, belum 100 persen sempurna untuk Yamaha. Aku masih berpikir diriku, aku bisa meningkat. Jadi itu sesuatu yang akan bagus untuk dibuktikan di sini, di Mugello.”

“Terkadang saya terlalu keras menekan rem atau terlalu jauh mengerem. Ini akan terus embaik ketika saya terus memperbaiki hal itu dan akan maju selangkah demi selangka,” katanya.

Dortmund Pecat Tuchel, Siapa Penggantinya?

Thomas Tuchel berselisih dengan petinggi Dortmund. Hal itu membuatnya diberhentikan. Tapi Dortmund tak ingin tergesa-gesa untuk memperoleh pelatih baru.

Penggantian pelatih dalam tim sepakbola, memang sering kali dialami. Tapi hal itu biasanya terjadi, karena klub mengalami krisis juara. Ternyata tak selamanya demikian, karena Dortmund telah memutuskan untuk berpisah dengan Thomas Tuchel. Pria kelahiran 29 Agustus 1973 itu baru saja menjabat sebagai pelatih togel sgp Die Borussen selama dua tahun, tapi dinilai sukses setelah membawa Dortmud memenangkan pertandingan.

Thomas Tuchel Berselisih Dengan Petinggi Dortmund

Pengumuman perpisahan dari Dortmund atas Thomas Tuchel terjadi pada hari selasa lalu, tanggal 30 Mei 2017. Hanya berselang tiga hari setelah The Black and Yellows berhasil menang pada final DFB-Pokal, setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt. Tentu saja kemenangan tersebut, ada jerih payah Tuchel di dalamnya.

Meskipun begitu, kepergian pria yang kini berusia 43 tahun itu, tidak terlalu mengejutkan bagi sebagian orang. Hal itu karena beberapa waktu terakhir, telah berhembus isu tidak mengenakkan mengenai Thomas Tuchel. Ya, Tuchel dikabarkan tengah berselisih dengan dua petinggi klub, CEO Hans- Joachim Watzke dan Direktur Olahraga Michael Zorc.

Pada sebuah surat terbuka yang diunggah di situs resmi Dortmund, sang CEO, Watzke, secara tidak langsung membenarkan adanya perselisihan, yang selama ini diisukan.

“Ada kritik dari sebagian fans karena kami berpisah dengan Tuchel. Sebagai sebuah klub kami bisa memahaminya. BVB sukses bersama Tuchel selama dua tahun, di mana kami mencapai target-target kami,” papar Watzke dalam tulisannya.

“Namun kamu, Direktur Olahraga Michael Zorc dan saya sendiri, sudah sangat lelah menghadapi staf pelatif. Mengemban tanggung jawab Anda bukan semata soal hasil. Tak ada bedanya di Dortmund dengan klub olahraga mana pun. Ini tentang nilai-nilai dasar seperti kepercayaan, respek,komunikasi, kebenaran, identitas. Ini soal loyalitas.”

“Dalam situasi sekarang, kami tak melihat titik awal untuk sebuah kerja yang sukses di masa mendatang. Itulah kenapa kami memutuskan untuk tak melanjutkan kerja sama dengan staf kepelatihan ini setelah musim 2016/2017.”

“Bagi saya, ini bukanlah tentang apakah Anda bisa minum bir bersama-sama, main kartu bersama atau tidak. Jika kami menyederhanakan hal-hal ini, kami akan menjadi para pembuat keputusan yang buruk. Menurut saya, perwakilan klub dan pelatih tak harus menjadi teman dekat.”

“Hubungan spesial yang Zorc dan saya miliki dengan Juergen Klopp bukanlah standar hubungan dengan Thomas Tuchel – dan tak akan jadi standar untuk pelatih Dortmund berikutnya,” ungkap Watzke.

Dortmund Tak Ingin Tergesa-Gesa Cari Pengganti Tuchel

Die Borussen belum mengumumkan perihal siapa pengganti dari Thomas Tuchel. Tapi telah ada beberapa nama yang disebut-sebut menjadi kandidat sebagai pelatih baru Dortmund, yaitu Lucien Favre (Nice), Julian Nagelsmann (Hoffenheim), Peter Stoger (Cologne), Niko Kovac (Eintracht Frankfurt) dan Peter Bosz (Ajax). Meskipun begitu, Borussia Dortmund masih memerlukan waktu untuk mencari pengganti Thomas Tuchel. Hal yang diinginkan Dortmund adalah memperoleh hasil terbaik, bukan hanya sekadar memperoleh pelatih baru dengan cepat.

Berdasarkan lansiran ESPN FC, Direktur Dortmund, Michael Zorc mengatakan kepada Kicker, bahwa “Kami tidak ingin menekan diri kami sendiri. Ini soal menemukan solusi terbaik untuk BVB dan bukan yang paling cepat.”

Zorc memang menginginkan pelatih yang memiliki gaya bermain menyerang dan atrktif. Tak hanya itu saya, Zorc juga mengindikasikan ingin mencari pelatih asal Jerman. Walaupun begitu, Dortmund tidak ingin terburu-buru untuk memilih pelatih baru, jika belum memperoleh orang yang sesuai dengan harapan.

Kini, Thomas Tuchel dikaitkan dengan Bayer Leverkusen. Tapi berdasarkan laporan dari kicker sbobet menyebutkan kalau ada kekhawatiran persoalan Tuchel di Dortmund akan berlanjut di Leverkusen.